Melansir dari Trading Economics, sejumlah indikator aktivitas yang melemah telah menggeser ekspektasi suku bunga.
Indikator tersebut mulai dari penjualan ritel Desember yang stagnan secara tak terduga, kelompok kontrol PDB yang turun 0,1 persen, jumlah lowongan kerja yang merosot ke level terendah sejak 2020, hingga pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta yang berada di bawah perkiraan.
Seluruh data tersebut mengindikasikan permintaan yang mendingin dan tekanan inflasi yang mereda.
Rilis data ini menurunkan ekspektasi suku bunga dan memperkuat argumen bagi pelonggaran kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini, sehingga memberikan landasan fundamental yang lebih kokoh bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Permintaan dari sektor resmi tetap menjadi penopang struktural utama. Bank sentral China tercatat memperpanjang pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari.