“Pergerakan harga emas akan bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran, rilis data inflasi AS pekan depan, serta bagaimana pasar memperkirakan arah kebijakan The Fed ke depan,” ujar Tzabouras.
Ketidakpastian mengenai kemungkinan tercapainya gencatan senjata jangka panjang juga masih membayangi pasar.
Swiss menyatakan pembicaraan antara AS dan negosiator Iran mengenai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung pada Jumat, setelah Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan rencana perjalanannya ke negara Eropa tersebut.
Sementara itu, Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada pukul 20.00 WIB pada Jumat, menurut seorang pejabat senior AS kepada Reuters.
Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas menjadi USD4.900 per ons pada Desember, dari perkiraan sebelumnya sebesar USD5.400 per ons. Bank investasi tersebut menyatakan pandangannya terhadap emas masih positif secara struktural, tetapi lebih berhati-hati dalam jangka pendek, dengan risiko penurunan dalam waktu dekat dan potensi kenaikan dalam jangka menengah.