IDXChannel - Harga emas menurun tipis pada Kamis (8/5/2026), karena dolar AS berbalik arah dan menguat setelah harapan akan kesepakatan damai AS-Iran yang akan segera terjadi agak memudar menyusul pesan yang beragam dari Teheran.
Laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali operasi untuk memandu kapal komersial dengan aman melalui Selat Hormuz juga memberi tekanan pada harga emas.
Pada pukul 15:31 ET (19:31 GMT), harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.705,76 per ons, sementara harga emas berjangka naik 0,4 persen menjadi USD4.714,84 per ons. Kedua kontrak tersebut turun dari level tertinggi dua minggu.
Iran Pertimbangkan Proposal Baru
Harga emas naik lebih dari 3 persen pada Rabu, kenaikan harian terbesar sejak akhir Maret, karena harga minyak anjlok tajam tertekan ekspektasi bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat mereda.
"Pasar saat ini sedang berhenti sejenak karena para pedagang menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai jalur diplomatik antara AS dan Iran, dengan Teheran sedang meninjau proposal baru yang dapat menguraikan jalan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz," kata kepala divisi logam di Britannia Global Markets, Neil Welsh, dikutip dari Investing pada Jumat (8/5/2026).
Washington dan Teheran dilaporkan telah bekerja sama dengan mediator untuk menyusun kerangka kerja baru satu halaman berisi 14 poin untuk memulai kembali pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian yang langgeng. Diskusi tersebut diperkirakan dimulai minggu depan di Pakistan, menurut Wall Street Journal.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa proses selama sebulan kemudian akan berupaya menyelesaikan perselisihan mengenai ambisi nuklir Iran dan pencabutan sanksi, meskipun masih ada perbedaan pendapat utama mengenai area seperti pengayaan nuklir dan inspeksi.
Sementara itu, Iran memberikan pesan yang lebih beragam. Media pemerintah Iran mengatakan Teheran masih meninjau proposal AS dan belum mencapai kesimpulan, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei. Tetapi laporan media lain mengutip seorang pejabat Iran yang menggambarkan rencana perdamaian AS sebagai daftar keinginan Amerika.