Kontrak berjangka diesel AS, yang digunakan untuk pemanas dan pembangkit listrik, turun lebih dari 6 persen.
Analis PVM menulis dalam sebuah catatan, bersama ketegangan di Timur Tengah, fenomena polar vortex di AS sempat mendorong harga WTI naik 14 persen dan Brent menguat 16 persen sepanjang Januari.
Namun, seiring meredanya faktor-faktor tersebut, fokus pasar kembali tertuju pada peningkatan persediaan minyak global yang secara luas sudah diantisipasi tahun ini.
Dalam pertemuan pada Minggu, OPEC+ sepakat mempertahankan produksi minyaknya untuk Maret.
Pada November lalu, kelompok tersebut membekukan rencana kenaikan produksi lanjutan untuk periode Januari hingga Maret 2026 karena konsumsi yang melemah secara musiman. (Aldo Fernando)