IDXChannel - Harga minyak mentah mencatat kenaikan mingguan paling tajam sejak Oktober, didorong ekspektasi potensi aksi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Sentimen bullish juga diperkuat oleh hilangnya sebagian produksi minyak AS akibat badai musim dingin Fern.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup melemah 0,3 persen ke level USD65,21 per barel pada Jumat (30/1/2026), namun tetap membukukan kenaikan 6,8 persen sepanjang pekan.
Sementara itu, kontrak Brent untuk pengiriman Maret berakhir nyaris tidak berubah di USD70,69 per barel, tetapi melonjak 7,3 persen secara mingguan.
Pada sesi Jumat, harga minyak sempat tergelincir di tengah sinyal kesediaan Amerika Serikat dan Iran untuk membuka jalur perundingan.