IDXChannel – Di tengah perhatian pengelola indeks global MSCI terhadap persoalan investability atau kelayakan investasi pasar saham Indonesia yang disoroti dari sisi rendahnya free float, dinamika berbeda terlihat pada sejumlah emiten.
Alih-alih kekurangan saham beredar, beberapa emiten justru memiliki porsi kepemilikan publik yang sangat besar, tetapi kinerja harga sahamnya cenderung tertekan dan tidak likuid.
Berdasarkan penelusuran Tim Riset IDXChannel, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) tercatat memiliki free float 100 persen, menandakan publik menjadi pemegang saham mayoritas emiten transportasi tersebut.
Namun kondisi tersebut tidak serta-merta menopang kinerja saham. Harga TAXI masih bergerak di level Rp22 dan belum menunjukkan pemulihan berarti dalam jangka panjang.
Situasi serupa terjadi pada PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) yang juga mencatat free float 100 persen, dengan harga saham yang masih tertahan di kisaran gocap dan disuspensi oleh bursa seiring tekanan keuangan yang mendera perusahaan.