sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saat Free Float Terlalu Besar: Ritel Kuasai TAXI-HKMU 100 Persen

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
01/02/2026 11:30 WIB
Alih-alih kekurangan saham beredar, beberapa emiten justru memiliki porsi kepemilikan publik yang sangat besar, tetapi kinerja harga sahamnya cenderung lesu.
Saat Free Float Terlalu Besar: Ritel Kuasai TAXI-HKMU 100 Persen. (Foto: Freepik)
Saat Free Float Terlalu Besar: Ritel Kuasai TAXI-HKMU 100 Persen. (Foto: Freepik)

Lebih lanjut, PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) dan PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) masing-masing mencatat free float 78,78 persen dan 78,64 persen, dengan harga saham masih berkisar di level Rp50 dan Rp22 per unit.

PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) juga masuk dalam daftar emiten dengan free float jumbo, yakni 77,57 persen.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa free float yang terlalu besar tanpa dukungan pemegang saham strategis dan fundamental yang kuat justru cenderung membuat saham kehilangan arah.

Pasar cenderung sulit menemukan penopang harga ketika seluruh saham beredar berada di tangan publik.

Sebelumnya, pasar mencermati langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berencana merevisi ketentuan batas minimal kepemilikan saham publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen dalam waktu dekat.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement