IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi fluktuatif pada perdagangan pekan depan usai mundurnya Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman beserta sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai, investor institusi dan asing akan mencermati sentimen pengunduran diri anggota Self-Regulatory Organization (SRO) serta dinamika pasar.
"Dalam kondisi tersebut, pasar biasanya akan menguji area support terdekat untuk mencari keseimbangan baru. Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji area support di kisaran 8.200 hingga 8.220, sementara area resistance jangka pendek berada di sekitar 8.500," kata Hendra saat dihubungi IDX Channel, Sabtu (31/1/2026).
Hendra menekankan selama indeks masih mampu bertahan di atas support 8.200 hingga 8.220, pelemahan yang terjadi lebih mencerminkan koreksi teknikal dan konsolidasi, bukan sinyal pelemahan struktural yang lebih dalam.
"Kekhawatiran mengenai potensi terjadinya trading halt relatif tidak perlu dibesar-besarkan. Trading halt umumnya terjadi saat tekanan jual bersifat panik dan masif, sementara kondisi IHSG saat ini lebih menunjukkan proses penyesuaian pasca guncangan sentimen," tutur dia.