Selain itu, terlihat adanya rotasi ke saham-saham yang sebelumnya tertekan cukup dalam di tengah dinamika pasar. Saham blue chip di sektor konsumsi seperti INDF, ICBP, dan UNVR mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek.
"Karakter defensif, stabilitas kinerja, serta valuasi yang sudah relatif murah membuat sektor ini kembali dilirik investor sebagai penyangga portofolio di tengah volatilitas pasar," tuturnya.
Hendra juga mencermati sektor perbankan mulai memperlihatkan perlawanan dari sisi permintaan, yang tercermin dari masuknya minat beli pada saham BBCA, BBNI, BMRI, dan BBRI.
Secara fundamental, perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang solid dengan permodalan dan likuiditas yang kuat. Tekanan harga lebih banyak dipengaruhi faktor sentimen dan arus dana jangka pendek, bukan karena memburuknya kinerja bisnis inti perbankan.
Dalam situasi tersebut, pelaku pasar diminta tetap tenang, selektif, dan fokus pada saham-saham berfundamental kuat. Sebab, jika proses transisi kepemimpinan regulator dan arah kebijakan ke depan dapat dikomunikasikan dengan jelas, tekanan psikologis pasar berpeluang mereda.