Hendra meyakini adanya minat beli selektif, terutama pada saham-saham dengan fundamental kuat. Hal ini bisa dianggap bahwa pasar belum kehilangan kepercayaan sepenuhnya.
"Selama tidak muncul sentimen negatif baru yang bersifat ekstrem, risiko terjadinya halt masih tergolong kecil," katanya.
Dari sisi global, pelemahan harga emas yang cukup tajam, sekitar 11,05 persen ke level 4.763 per troy ounce, berpotensi menjadi faktor penekan IHSG dalam jangka pendek.
Tekanan ini terutama akan dirasakan oleh saham-saham berbasis emas seperti ANTM, MDKA, HRTA, ARCI, dan BRMS, yang kinerjanya sangat sensitif terhadap pergerakan harga emas dunia.
"Penyesuaian valuasi dan aksi ambil untung pada saham-saham tersebut berpotensi membuat sektor emas menjadi salah satu pemberat pergerakan indeks dalam waktu dekat," kata dia.