Perang dengan Iran yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump bersama Israel pada Februari lalu telah mendorong lonjakan tajam harga bahan bakar.
Kenaikan biaya energi juga menjadi salah satu keluhan utama pemilih AS dalam pemilu sela (midterm elections).
Dalam pemilu yang berlangsung Selasa (3/11), Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali kedua kamar Kongres AS setelah mengalahkan Partai Republik yang dipimpin Trump.
Kongres baru dengan dominasi Demokrat tersebut mulai bertugas pada Januari mendatang.
Citi dalam catatan risetnya menyoroti kekhawatiran bahwa setelah pemilu sela berakhir, Gedung Putih dapat lebih memusatkan perhatian pada penggunaan kewenangan eksekutif dalam kebijakan luar negeri.
Langkah tersebut berpotensi membuka ruang bagi eskalasi lebih lanjut dalam perang dengan Iran. (Aldo Fernando)