Brent telah berada dalam kondisi tersebut selama 13 hari berturut-turut, sedangkan WTI selama 11 hari.
Sepanjang Juni, harga Brent turun sekitar 21 persen setelah sebelumnya melemah hampir 19 persen pada Mei.
Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak Maret 2020, ketika harga minyak jatuh rekor 55 persen akibat kehancuran permintaan selama pandemi Covid-19.
Pada kuartal II, Brent tercatat turun sekitar 38 persen setelah melonjak 94 persen pada kuartal I. Penurunan kuartalan tersebut menjadi yang terbesar sejak kuartal I 2020, ketika harga Brent jatuh hingga 66 persen.
Kenaikan 94 persen pada kuartal sebelumnya juga menjadi lonjakan kuartalan terbesar sejak harga minyak berjangka melonjak rekor 142 persen pada kuartal III 1990.