"Ada keyakinan yang semakin kuat bahwa minyak akan tetap mengalir melalui Selat Hormuz," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Reuters.
Sebelum kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari tercapai, pasar khawatir pasokan minyak tidak akan mampu memenuhi permintaan. Namun, kekhawatiran tersebut mulai mereda.
"Pandangan yang dominan saat ini tampaknya tetap mengarah pada kemungkinan terjadinya kelebihan pasokan dalam waktu dekat," kata Analis PVM Tamas Varga.
"Kita akan mendapatkan banjir pasokan minyak. Saya pikir kita akan melihat lonjakan besar pasokan produk minyak," ujar Flynn.
Raksasa minyak Saudi Aramco kembali melakukan pengisian minyak di terminal Ras Tanura, Teluk, pada Jumat setelah aktivitas tersebut terhenti hampir empat bulan, berdasarkan data pengiriman dari LSEG.