Sementara itu, turunnya persediaan minyak secara global juga mengangkat harga minyak. Lembaga riset Vortexa melaporkan persediaan minyak di tanker untuk tujuh hari turun 12 persen secara mingguan menjadi 56,3 miliar barel per 20 September 2024. Pasokan ini merupakan yang terendah dalam 4,5 tahun terakhir.
Data yang diumumkan IEA juga menunjukkan persediaan minyak turun 1,43 miliar barel secara mingguan sementara persediaan bensin naik 200 juta barel.
Kendati demikian, potensi kenaikan suplai minyak datang dari Libya di mana pengiriman minyak dari negara tersebut naik dua kali lipat dari 314 ribu barel per hari menjadi 719 barel per hari.
Selain itu, ekspor minyak dari Rusia sebesar 110 ribu barel menjadi 3,25 juta barel per hari. Namun, kenaikan ekspor itu terjadi di tengah penurunan produksi 30 ribu barel pada Agustus 2024 menjadi 9,06 juta barel per hari, masih lebih tinggi 81 ribu barel dari kesepakatan yang ditetapkan OPEC untuk Rusia.
(Rahmat Fiansyah)