Sumber Reuters menyebutkan, kesepakatan antara Washington dan Caracas pada tahap awal kemungkinan mengharuskan pengalihan kargo yang sebelumnya ditujukan ke China.
“Kontrak berjangka minyak terus berada di bawah tekanan setelah aksi jual menjelang akhir perdagangan kemarin, menyusul kabar bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke AS,” ujar Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler.
Venezuela diketahui memiliki jutaan barel minyak yang telah dimuat di kapal tanker maupun tersimpan di tangki penyimpanan, namun tidak dapat dikirim sejak pertengahan Desember akibat blokade ekspor yang diberlakukan Trump.
Blokade tersebut merupakan bagian dari kampanye tekanan AS terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang berujung pada penangkapannya oleh pasukan AS pada akhir pekan lalu.
Pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan Maduro sebagai penculikan dan menuduh Amerika Serikat berupaya mencuri cadangan minyak negara itu yang sangat besar.