IDXChannel - Harga minyak Brent naik pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026) akibat aksi short-covering di pasar energi global.
Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor atas potensi aksi militer Amerika Serikat (AS), seiring Presiden Donald Trump terus menekan Republik Islam Iran agar menghentikan pengembangan senjata nuklir.
Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup naik 0,14 persen ke USD71,76 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir turun 0,06 persen ke USD66,39 per barel.
Sepanjang sebagian besar sesi, Brent dan WTI bergerak di zona merah, dengan pelaku pasar menanti perkembangan ketegangan antara AS dan Iran.
Secara sepekan, Brent dan WTI sama-sama melonjak lebih dari 5 persen.
“Kita terjebak di antara antisipasi soal apa yang akan terjadi antara AS dan Iran dan penyangkalan bahwa serangan benar-benar akan terjadi,” ujar Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dikutip dari Reuters.