Laporan Energy Information Administration (EIA) pada Kamis menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 9 juta barel, seiring kenaikan utilisasi kilang dan ekspor.
Di sisi lain, pasar turut mempertimbangkan pasokan yang melimpah, dengan pembicaraan bahwa OPEC+ condong melanjutkan peningkatan produksi mulai April.
Analis JP Morgan, Natasha Kaneva dan Lyuba Savinova, dalam catatannya menyebut surplus minyak yang terlihat pada paruh kedua 2025 berlanjut pada Januari dan diperkirakan bertahan.
“Neraca kami masih memproyeksikan surplus yang cukup besar pada akhir tahun ini,” tulis mereka, seraya menambahkan pemangkasan produksi sebesar 2 juta barel per hari dibutuhkan untuk mencegah penumpukan persediaan berlebih pada 2027. (Aldo Fernando)