sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.759 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya

Market news editor Anggie Ariesta
26/02/2026 15:48 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat ke level Rp16.759 per dolar AS. Terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi terutama dari eksternal.
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.759 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya. (Foto: iNews Media Group)
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.759 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (26/2/2026), naik 41 poin atau sekitar 0,24 persen ke level Rp16.759 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar mengamati dengan seksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk bertemu di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran.

"Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan para pejabat Iran di Jenewa pada Kamis sore, saat Washington berupaya mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan rudal balistik Teheran," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Adapun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah mengisyaratkan bahwa resolusi diplomatik masih dapat dicapai jika kedua belah pihak berkomitmen untuk keterlibatan yang konstruktif. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa "hal-hal buruk" dapat terjadi jika kemajuan yang berarti tidak tercapai.

Kemudian, pasar menilai dampak dari tarif AS yang baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang mengubah kerangka hukum untuk beberapa langkah perdagangan. Pengenalan bea masuk global baru hingga 15 persen telah menambah ketidakpastian atas prospek perdagangan global.

Selain itu, pasar telah mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat karena para pembuat kebijakan terus menyampaikan kekhawatiran atas tekanan inflasi yang terus berlanjut. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, pada hari Selasa mengatakan bahwa ia berhati-hati dalam melakukan pemotongan suku bunga tanpa bukti yang jelas bahwa inflasi secara berkelanjutan kembali menuju target 2 persen.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement