"Minyak mentah turun dengan cepat karena asumsi bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali," kata Direktur Perdagangan Berjangka Energi Mizuho Bob Yawger dalam catatan risetnya, dikutip Reuters.
Sebelum perang berlangsung, sekitar 20 persen pasokan minyak global mengalir melalui selat tersebut.
Rincian kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang mulai terungkap pada Selasa.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan itu akan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara seorang pejabat AS menyebut Iran akan diizinkan menjual minyak setelah kesepakatan ditandatangani.
Kesepakatan tersebut akan memperpanjang gencatan senjata rapuh yang diumumkan pada April selama 60 hari tambahan dan membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif diblokir Iran sejak serangan awal AS dan Israel terhadap Iran.