Ketidakpastian juga muncul terkait biaya yang harus dibayarkan kapal yang melintasi jalur tersebut.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan negaranya meminta biaya sekitar 5-7 persen dari nilai kargo. Sementara itu, Oman membahas biaya sekitar 3 persen, sedangkan Washington menginginkan tidak ada pungutan sama sekali.
Sejumlah analis menilai perkembangan sepanjang pekan juga menunjukkan bahwa konflik antara Iran dan AS belum sepenuhnya berakhir.
Empat sumber industri mengatakan rancangan kesepakatan tersebut sulit diterapkan karena adanya sanksi AS dan ketentuan asuransi yang membatasi pembayaran.
Bjarne Schieldrop dari SEB Research menilai struktur kesepakatan Iran-Oman saat ini memberikan terlalu banyak pengaruh kepada Iran sehingga sulit diterima secara politik oleh Presiden AS Donald Trump.