“Pasar produk minyak global sebenarnya terlihat kuat karena serangan lanjutan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Namun, banyak spekulasi dan rumor bahwa kita mungkin melihat kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan ini,” kata Flynn, dikutip Reuters.
Pasar juga mencermati pemulihan arus minyak yang masih bergejolak melalui Selat Hormuz. Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur strategis tersebut.
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran sendiri memasuki bulan keenam pada Jumat.
Analis Rystad Energy Janiv Shah mengatakan pasar terkejut dengan tambahan volume minyak yang mulai mengalir melalui koridor pelayaran Iran-Oman, termasuk klaim AS mengenai upaya pembersihan ranjau di kawasan tersebut.
Menurut dia, penurunan harga minyak sepanjang pekan terutama dipengaruhi oleh meningkatnya volume yang mampu keluar dari Selat Hormuz serta kecepatan pemulihan arus minyak.