sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Jatuh Lebih dari 5 Persen Sepekan, Pasar Pantau Selat Hormuz

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/08/2026 11:15 WIB
Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) sekaligus membukukan penurunan sepanjang pekan.
Harga Minyak Jatuh Lebih dari 5 Persen Sepekan, Pasar Pantau Selat Hormuz. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Jatuh Lebih dari 5 Persen Sepekan, Pasar Pantau Selat Hormuz. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) sekaligus membukukan penurunan sepanjang pekan.

Pasar tengah mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) dalam menekan inflasi serta rumor mengenai potensi kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kontrak minyak mentah Brent ditutup turun 0,43 persen menjadi USD89,31 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,16 persen dan berakhir di USD83,40 per barel.

Secara mingguan, harga Brent terkoreksi lebih dari 5 persen, sedangkan WTI turun lebih dari 4 persen.

Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan harga minyak kembali tertekan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberi sinyal mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun untuk meredam inflasi.

“Pasar produk minyak global sebenarnya terlihat kuat karena serangan lanjutan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Namun, banyak spekulasi dan rumor bahwa kita mungkin melihat kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan ini,” kata Flynn, dikutip Reuters.

Pasar juga mencermati pemulihan arus minyak yang masih bergejolak melalui Selat Hormuz. Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur strategis tersebut.

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran sendiri memasuki bulan keenam pada Jumat.

Analis Rystad Energy Janiv Shah mengatakan pasar terkejut dengan tambahan volume minyak yang mulai mengalir melalui koridor pelayaran Iran-Oman, termasuk klaim AS mengenai upaya pembersihan ranjau di kawasan tersebut.

Menurut dia, penurunan harga minyak sepanjang pekan terutama dipengaruhi oleh meningkatnya volume yang mampu keluar dari Selat Hormuz serta kecepatan pemulihan arus minyak.

“Ketersediaan volume tersebut memungkinkan kilang-kilang di Asia untuk kembali menarik dan mengonsumsi pasokan minyak,” ujarnya.

Di tengah perkembangan tersebut, AS pekan ini mengumumkan perluasan sanksi terhadap Iran yang disebut sebagai “sanksi paling keras dalam sejarah”.

Teheran menilai kebijakan tersebut sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan bermusuhan serta menganggap efektivitasnya telah melemah.

Sementara itu, para mediator meningkatkan upaya diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz. Teheran dilaporkan setuju menyusun daftar persyaratan untuk memulihkan lalu lintas pelayaran normal setelah seorang utusan Qatar mendesak Iran menghormati kebebasan navigasi. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement