“Secara keseluruhan, minyak mentah masih bergerak dalam pola menahan diri sampai ada kejelasan bagaimana pemerintahan Trump akan menangani Iran,” kata Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial Dennis Kissler.
Ia menambahkan, kelanjutan pembicaraan damai Ukraina-Rusia-AS serta sikap OPEC yang kemungkinan mempertahankan kebijakan produksi saat ini pada pertemuan mendatang tetap menjadi faktor penekan harga.
OPEC+ diperkirakan mempertahankan jeda kenaikan produksi untuk Maret pada pertemuan Minggu, menurut tiga delegasi OPEC+ kepada Reuters.
Produksi shale AS berpotensi turun hingga 400.000 barel per hari pada 2026 jika negara-negara OPEC berupaya merebut pangsa pasar dan harga minyak jatuh hingga USD40 per barel, ujar CEO Rystad Energy Jarand Rystad. (Aldo Fernando)