Pada awal Agustus 2026, keraguan terhadap kemajuan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran turut mendorong harga Brent ke level penutupan tertinggi sejak akhir Juli. Iran sebelumnya menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup apabila Washington tidak mengubah pendekatannya.
(DESI ANGRIANI)