Pada April lalu, Brent bahkan sempat menembus level USD126 per barel.
Sebelumnya pada Senin, harga minyak sempat melonjak lebih dari 5 persen setelah serangan terbaru Israel ke Iran dan serangan di Lebanon mengurangi harapan pasar terhadap berakhirnya perang yang lebih luas dalam waktu dekat.
Israel menyerang sebuah pabrik petrokimia di Iran barat daya yang diklaim digunakan untuk memproduksi rudal balistik.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap fasilitas serupa milik Israel di kota Haifa.
Aksi saling serang tersebut terjadi setelah Israel menggempur basis-basis Hizbullah yang didukung Iran di Beirut pada akhir pekan.
Teheran berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan apa pun dengan Washington untuk mengakhiri konflik harus mencakup penghentian operasi militer Israel di Lebanon.