"Kontrak berjangka minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi pagi ini di tengah pasar yang gelisah setelah Iran dan Israel saling meluncurkan serangan rudal selama akhir pekan," ujar Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler, dikutip Reuters.
Pada Senin, Trump mendesak Israel dan Iran untuk segera menghentikan penembakan.
Menurut analis UBS, Giovanni Staunovo, serangan-serangan tersebut membuat investor khawatir arus pengiriman melalui Selat Hormuz akan tetap terganggu lebih lama.
Duta Besar Iran untuk Moskow pada Senin mengatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap dibuka, tetapi dengan syarat yang ditetapkan oleh Iran dan Oman, termasuk kemungkinan penerapan biaya transit.
Sementara itu, Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Esmail Qaani, mengatakan sabuk keamanan baru akan dibentuk dari Selat Hormuz hingga Selat Bab el-Mandeb di lepas pantai Yaman, serta dari kawasan Teluk hingga Laut Merah, sebagaimana dikutip media pemerintah Iran.