"Serangan antara AS dan Iran kembali meningkat pekan ini dan kemungkinan berlanjut setelah pemboman tambahan oleh AS semalam menyusul pemberlakuan kembali blokade AS di Selat Hormuz," tulis analis Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan, dikutip Reuters.
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana mengenakan biaya sebesar 20 persen untuk pengawalan kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari konflik dengan Iran.
Sebagai gantinya, Trump mengatakan akan mengupayakan kesepakatan investasi dengan negara-negara Teluk.
Pasukan AS melancarkan gelombang serangan untuk malam ketiga berturut-turut setelah Teheran menyatakan telah menutup Selat Hormuz. Pada Senin, Trump kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran dan sempat mengusulkan biaya pengawalan tersebut.
Beberapa jam sebelum kebijakan itu berlaku, Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh kapal, kecuali kapal Iran.