Menurut Fletcher, pengiriman minyak secara diam-diam melalui Selat Hormuz tampaknya lebih banyak dari perkiraan pasar. Kondisi ini membantu meredam tekanan kenaikan harga minyak.
Saudi Aramco telah kembali melakukan pemuatan minyak dari wilayah di dalam Selat Hormuz dan menawarkan kargo untuk dimuat melalui transfer antarkapal di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), menurut data pelayaran dan sumber perdagangan.
Dua perusahaan pelayaran besar China juga mulai mengambil kargo minyak di luar kawasan Teluk. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari titik-titik sempit dalam jalur pelayaran, menurut sejumlah eksekutif industri, pelacak kapal tanker, dan broker.
Kondisi tersebut sedikit meredakan kekhawatiran terhadap pasokan. Namun, lalu lintas kapal melalui jalur strategis tersebut masih berada pada level satu digit.
Jumlah tersebut belum mencakup kapal yang melintas dengan mematikan transponder mereka.