Iran akan mempertahankan penutupan Selat Hormuz hingga AS memenuhi persyaratan dalam kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni.
Hal tersebut disampaikan negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pernyataan yang dipublikasikan media pemerintah pada Selasa.
Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut telah “berakhir”, mengatakan pada Selasa bahwa pembicaraan antara AS dan Iran tidak sedang berlangsung dan tidak ada jadwal perundingan.
Namun, Trump menyatakan Selat Hormuz terbuka. Pernyataan tersebut hanya memberikan respons terbatas terhadap pasar minyak.
Pernyataan Qalibaf muncul setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa Iran akan beralih ke postur militer yang “sepenuhnya ofensif” seiring terhentinya upaya untuk mencapai penyelesaian permanen atas konflik.