Harga minyak dunia kembali menguat pada awal perdagangan Asia, Selasa (14/7/2026), seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran untuk hari ketiga berturut-turut.
Langkah itu menyusul pengumuman Presiden Donald Trump mengenai gelombang serangan yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari serta penerapan blokade baru terhadap perdagangan Iran di Selat Hormuz.
Trump juga mengatakan AS akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Analis ANZ Research, seperti dikutip The Wall Street Journal, menilai langkah tersebut berpotensi memicu serangan balasan lebih lanjut dari Iran dan mengancam pemulihan pasokan minyak yang mulai terlihat setelah kesepakatan damai AS-Iran pada bulan lalu.