“Perdagangan minyak mentah pekan ini, dan mungkin hingga akhir bulan, tidak banyak ditentukan oleh fundamental minyak, melainkan oleh masuk dan keluarnya premi risiko terkait Iran,” ujar analis penasihan perdagangan minyak Ritterbusch and Associates, dikutip Reuters.
Sebelumnya, harga minyak sempat melemah dan melanjutkan penurunan pekan lalu setelah AS dan Iran sepakat melanjutkan perundingan tidak langsung, menyusul pembicaraan yang mereka sebut berlangsung positif.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran pada Sabtu menyatakan negaranya akan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang oleh pasukan AS, yang belakangan meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di kawasan tersebut.
“Situasinya sangat sulit dinilai ke mana arahnya. Kami memantau hari demi hari, kini menunggu penetapan tanggal untuk putaran kedua perundingan,” kata analis minyak UBS Giovanni Staunovo.
Investor juga mencermati upaya negara-negara Barat untuk membatasi pendapatan Rusia dari ekspor minyak yang menopang perang di Ukraina.