"Penguatan harga minyak berlanjut karena pasar semakin meragukan kesepakatan dapat segera tercapai untuk meredakan gangguan arus minyak mentah dari kawasan tersebut atau mencegah eskalasi konflik lebih lanjut," kata Simon-Peter Massabni, Head of Business Development di perusahaan pialang XS.com, dikutip Reuters.
AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap pelayaran di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8).
Kedua jalur tersebut merupakan rute penting bagi ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah, selain Terusan Suez.
Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi hanya delapan kapal pada Selasa, terendah dalam sepekan.
Sebelum perang, sekitar 125-140 kapal melintasi jalur strategis tersebut setiap hari.