sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Naik Tipis, Konflik Iran dan Gangguan Pelayaran Jadi Perhatian

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
13/08/2026 06:58 WIB
Harga minyak naik tipis pada Rabu (12/8/2026), di tengah berlanjutnya serangan terhadap kapal di kawasan Timur Tengah.
Harga Minyak Naik Tipis, Konflik Iran dan Gangguan Pelayaran Jadi Perhatian. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Naik Tipis, Konflik Iran dan Gangguan Pelayaran Jadi Perhatian. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak naik tipis pada Rabu (12/8/2026), di tengah berlanjutnya serangan terhadap kapal di kawasan Timur Tengah dan kebuntuan pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran.

Namun, kenaikan harga terbatas setelah sejumlah lembaga memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026.

Kontrak berjangka Brent ditutup naik 7 sen menjadi USD88,98 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat 7 sen menjadi USD83,27 per barel.

Harga minyak menguat setelah sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada pembicaraan antara Iran dan AS untuk memperpanjang gencatan senjata.

Menurut Teheran, kesepakatan tersebut tidak memiliki tanggal mulai sehingga tidak ada yang perlu diperpanjang.

"Penguatan harga minyak berlanjut karena pasar semakin meragukan kesepakatan dapat segera tercapai untuk meredakan gangguan arus minyak mentah dari kawasan tersebut atau mencegah eskalasi konflik lebih lanjut," kata Simon-Peter Massabni, Head of Business Development di perusahaan pialang XS.com, dikutip Reuters.

AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap pelayaran di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8).

Kedua jalur tersebut merupakan rute penting bagi ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah, selain Terusan Suez.

Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi hanya delapan kapal pada Selasa, terendah dalam sepekan.

Sebelum perang, sekitar 125-140 kapal melintasi jalur strategis tersebut setiap hari.

Namun, harga minyak tertahan oleh revisi turun proyeksi permintaan global.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi 580.000 barel per hari (bph) dalam laporan pasar minyak bulanannya.

Badan Energi Internasional (IEA) juga memangkas proyeksi permintaan minyak 2026 dan kini memperkirakan kontraksi sebesar 1,6 juta bph sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, IEA memperkirakan pasokan minyak global turun 4,3 juta bph pada 2026. Kondisi tersebut diperkirakan menghasilkan defisit pasokan sekitar 1,27 juta bph sepanjang tahun. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement