Di sisi pasokan, stok minyak sawit Malaysia turun selama lima bulan berturut-turut menjadi 1,51 juta ton per Februari, terendah sejak April 2023. Sementara itu, produksi turun 4,16 persen.
Kabar lainnya yang mewarnai pasar CPO hari ini adalah lonjakan ekspor Malaysia ke India, yang meningkat 35,7 persen secara bulanan pada Februari. Kenaikan ini didorong oleh upaya pengisian kembali stok dan keuntungan dari harga yang lebih kompetitif.
Selain itu, ketidakpastian masih membayangi pasar terkait dampak kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap perdagangan global, termasuk minyak sawit.
"Secara teknikal, harga CPO mendapat support di MYR4.400 per ton dengan level resistance di MYR4.650 per ton," ujar trader CPO David Ng kepada Bernama.
Sementara itu, CGS International Securities Malaysia Sdn Bhd memperkirakan harga spot CPO tetap bertahan di kisaran MYR4.500 hingga MYR4.600 per ton selama Maret.