Sementara itu, Indonesia—produsen CPO terbesar dunia—dikabarkan tengah mempertimbangkan pemangkasan bea ekspor CPO sekitar 9 hingga 10 persen. Kebijakan ini berpotensi menambah ketidakpastian di pasar.
Meski begitu, harga CPO berjangka mencatatkan kenaikan mingguan kedua, dengan kenaikan sekitar 1,83 persen.
Proyeksi dari Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga akan bergerak di kisaran MYR4.250 hingga MYR4.550 pada kuartal I-2025.
Ke depan, permintaan diprediksi meningkat mulai Maret, didorong oleh kebutuhan menjelang bulan puasa dan perayaan Idul Fitri pada April.
Proyeksi Pekan Depan
Futures CPO diperkirakan memiliki bias penurunan pada pekan depan, seiring dengan permintaan ekspor yang lesu.