IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan Jumat (9/1/2026) di kisaran 8.880-9.040, setelah meredanya aksi ambil untung atau profit taking.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,22 persen atau turun 19,34 poin ke level 8.925, mengakhiri penguatan enam hari beruntun.
Koreksi tersebut terjadi di tengah tekanan nilai tukar rupiah, meskipun arus dana asing masih mencatatkan inflow sebesar Rp948 miliar di seluruh pasar ekuitas.
Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai, pelemahan IHSG dipicu oleh faktor teknikal dan sentimen nilai tukar. Rupiah terdepresiasi ke level Rp16.801 per USD (JISDOR 8/1/2026), yang turut membebani sektor-sektor sensitif terhadap kurs, terutama konsumsi dan perbankan.
"Rupiah tertekan ke level Rp16.801 per USD turut membawa sentimen negatif khususnya pada sektor konsumsi dan perbankan," tulis Ratih dalam riset hariannya, Jumat (9/1/2025).