Dia menjelaskan, apabila OPEC+ memperpanjang pemangkasan produksi secara solid dan data konsumsi bensin menunjukkan peningkatan seiring dimulainya musim liburan musim panas di AS, maka prospek harga minyak berpeluang membaik.
Sebaliknya, sinyal ketidaksepakatan di dalam OPEC+ atau data permintaan bahan bakar yang lebih lemah dari ekspektasi dapat memicu tekanan jual baru di pasar minyak.
Selain faktor permintaan, pasar juga mencermati perkembangan pasokan dari negara-negara di luar OPEC.
Produksi minyak AS, khususnya dari wilayah Permian Basin, masih berada di dekat level tertinggi sepanjang sejarah berkat peningkatan produktivitas sumur dan kemajuan teknologi.
Produksi yang terus meningkat dari AS, Guyana, dan Brasil dinilai menjadi penyeimbang terhadap upaya OPEC+ dalam mengurangi pasokan global.