Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada akhir pekan juga berpotensi memengaruhi harga minyak melalui pergerakan dolar AS.
Menurut Hyerczyk, data tenaga kerja yang kuat dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga menopang dolar AS dan menekan permintaan minyak global.
Sebaliknya, data yang lebih lemah berpotensi melemahkan dolar dan memberikan ruang bagi harga minyak untuk menguat.
Dari sisi teknikal, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli berada di area krusial USD87,76 per barel.
Selama level tersebut mampu dipertahankan, harga berpeluang menguji area resistensi USD91,21 hingga USD95,67 per barel.