Analis minyak senior Kpler Johannes Rauball menyebutkan, total kehilangan pasokan minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah telah mencapai 496 juta barel hingga saat ini.
AS juga menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, yang menurut militer AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan laut negara tersebut.
Analis dari firma konsultan energi Gelber & Associates mengatakan, data pelacakan terbaru menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat, meski secara keseluruhan masih jauh di bawah level normal.
“Pasar tidak lagi memperhitungkan skenario gangguan total, tetapi masih menyimpan premi risiko karena pemulihan arus pasokan berlangsung tidak merata,” ujar mereka.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah tidak akan memperpanjang pengecualian yang sebelumnya memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi AS.