Investor kini dengan hati-hati mengamati seberapa cepat produsen minyak di Timur Tengah dapat kembali meningkatkan produksi dan ekspor setelah mengalami kerusakan akibat perang, serta apakah lebih banyak kapal akan kembali memasuki kawasan tersebut.
Sumber militer Iran mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa sejumlah kapal dalam jumlah terbatas telah diizinkan melintas melalui Selat Hormuz setiap hari dengan koordinasi bersama Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.
Secara terpisah, data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker super besar yang sebelumnya terjebak berhasil melewati selat tersebut pada Selasa.
Selain itu, tujuh kapal tanker LNG kosong yang terkait dengan Qatar telah memasuki kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan rencana evakuasi untuk memungkinkan ratusan kapal dengan sekitar 11.000 awak yang terjebak di Teluk melintasi Selat Hormuz sedang berjalan setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.