sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Turun 2 Persen, Jalan Damai AS-Iran Masih Berliku

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
22/05/2026 06:53 WIB
Harga minyak bergejolak pada Kamis (21/5/2026) dan akhirnya ditutup turun sekitar 2 persen.
Harga Minyak Turun 2 Persen, Jalan Damai AS-Iran Masih Berliku. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Turun 2 Persen, Jalan Damai AS-Iran Masih Berliku. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak bergejolak pada Kamis (21/5/2026) dan akhirnya ditutup turun sekitar 2 persen, seiring ketidakpastian prospek penyelesaian konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang membebani pasar.

Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup di USD102,58 per barel, turun 2,3 persen pada Kamis.

Sementara kontrak West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup di USD96,35 per barel, merosot 1,9 persen. Kedua acuan tersebut ditutup pada level terendah dalam hampir dua pekan.

Pada awal sesi, harga sempat melonjak hingga 4 persen setelah Reuters melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran mengeluarkan arahan yang meredam harapan atas penyelesaian cepat perang, sebelum kemudian berbalik melemah di akhir hari.

Laporan Reuters mengenai arahan tersebut, yang mengutip dua sumber senior Iran, menunjukkan bahwa Teheran memperkeras sikap terhadap salah satu tuntutan utama AS.

Arahan dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei tersebut berpotensi semakin mempersulit negosiasi dan menghambat upaya Presiden AS Donald Trump untuk menengahi akhir perang.

Trump kemudian pada Kamis mengatakan bahwa AS pada akhirnya akan mendapatkan kembali stok uranium yang telah diperkaya tinggi milik Iran, yang menurut Washington ditujukan untuk senjata nuklir, meskipun Teheran menyatakan untuk tujuan damai.

Perkembangan ini terjadi sehari setelah Iran mengumumkan pembentukan “Persian Gulf Strait Authority” yang akan mengawasi “zona maritim terkendali” di Selat Hormuz.

Harga minyak berayun sepanjang perdagangan Kamis. Kenaikan sempat meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan sistem pungutan yang diusulkan di selat tersebut akan membuat kesepakatan diplomatik tidak mungkin tercapai.

Namun, harga kemudian memangkas kenaikan setelah ia menambahkan bahwa pejabat dari Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, akan berkunjung ke Iran untuk melakukan pembicaraan.

“Kita sudah beberapa kali berada dalam situasi seperti ini sebelumnya, yang pada akhirnya berujung pada kekecewaan,” kata analis ING dalam catatan pada Kamis, sembari memperkirakan rata-rata harga Brent sebesar USD104 per barel pada kuartal ini.

Secara terpisah, UBS menaikkan proyeksi harga minyak sebesar USD10 per barel pada Kamis, dengan memperkirakan Brent di USD105 per barel dan WTI di USD97 pada September.

Iran memperingatkan terhadap serangan lanjutan dan mengumumkan langkah-langkah yang memperkuat kendalinya atas selat tersebut, yang tetap sebagian besar ditutup.

Sebelum perang, selat itu menjadi jalur pengiriman minyak dan gas alam cair setara sekitar 20 persen konsumsi global.

Aktivitas ekonomi di zona euro menyusut pada laju tercepat dalam lebih dari 2,5 tahun pada Mei, karena lonjakan biaya hidup akibat perang menekan permintaan jasa di seluruh Eropa dan perusahaan mempercepat pemutusan hubungan kerja, menurut survei pada Kamis.

Tujuh negara produsen minyak OPEC+ diperkirakan akan menyepakati kenaikan produksi yang moderat pada Juli saat bertemu pada 7 Juni, menurut laporan Reuters yang mengutip empat sumber. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement