IEA menyebut harga yang lebih tinggi dan terbatasnya pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran menekan permintaan.
Namun, harga minyak sempat mendapat dukungan setelah kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan bahwa kelompok tersebut menyerang kilang Aramco di Jazan, Arab Saudi, menggunakan dua drone pada Kamis.
Kabar serangan tersebut mendorong harga diesel crack spread ke level tertinggi sepanjang masa.
Berdasarkan situs Saudi Aramco, kilang Jazan memiliki kapasitas produksi diesel ultra-rendah sulfur sebesar 250.000 bpd.
Seorang sumber militer Houthi mengatakan serangan tersebut merupakan respons atas apa yang disebut kelompok itu sebagai pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Yaman oleh Arab Saudi di Provinsi Saada dan Hajjah. Arab Saudi belum memberikan komentar langsung terkait laporan tersebut. (Aldo Fernando)