Konsumsi juga meningkat, tetapi kondisi tersebut masih menghasilkan surplus global sekitar 131.000 ton, naik dari 114.000 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, kekhawatiran bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengenakan tarif impor baru terhadap tembaga olahan turut mendorong aliran pasokan tembaga menuju AS.
Pergerakan tersebut memperketat pasokan tembaga di wilayah lain dan turut menopang kenaikan harga tembaga global.
Kenaikan harga komoditas ini menjadi sentimen positif bagi emiten berbasis tembaga seperti AMMN dan MDKA, meski dampaknya terhadap kinerja masing-masing perusahaan tetap bergantung pada volume produksi, biaya produksi, serta perkembangan proyek tambang dan smelter. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.