Meski demikian, harga tembaga masih mendapat dukungan dari arus keluar persediaan di LME di tengah ketidakpastian mengenai potensi tarif AS terhadap impor tembaga olahan.
"Masih banyak logam yang tersedot ke AS," kata David Wilson, Head of Commodity Strategy BNP Paribas, dikutip Reuters.
Di China, konsumen logam terbesar dunia, premi tembaga Yangshan, salah satu indikator permintaan impor China, turun ke level terendah dalam empat pekan pada Rabu (12/8). Kondisi ini turut menambah tekanan terhadap harga tembaga.
Harga aluminium acuan di LME turun 1,19 persen, sedangkan kontrak aluminium SHFE melemah 1,05 persen.
Penurunan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun setelah aluminium sebelumnya mencatat reli selama tujuh sesi perdagangan.