Prospek pasokan yang membaik dari kawasan Timur Tengah, salah satu pemasok aluminium utama dunia, serta ekspektasi kembalinya sebagian kapasitas peleburan yang rusak akibat perang membantu meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.
Hal tersebut terjadi meski negosiasi perdamaian antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu. Situasi tersebut berpotensi membatasi lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
"Ada lebih banyak ketidakpastian mengenai kesepakatan damai, meskipun smelter di kawasan Teluk masih mengirimkan material melalui Arab Saudi dan Oman," ujar Wilson.
Di antara logam LME lainnya, seng turun 1,38 persen, timbal melemah 0,6 persen, nikel turun 0,96 persen, dan timah terkoreksi 0,72 persen.
Sementara di SHFE, harga seng turun 0,51 persen, nikel melemah 0,41 persen, dan timah turun 0,73 persen. Timbal menjadi satu-satunya logam dasar di SHFE yang menguat, dengan kenaikan 0,31 persen. (Aldo Fernando)