IDXChannel - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026 di tengah berlanjutnya kerja sama dengan sejumlah entitas usaha berskala besar di sektor batu bara, pelayaran, hingga industri hilirisasi nikel. Jaringan mitra usaha tersebut dinilai menjadi salah satu penopang prospek bisnis Perseroan ke depan.
Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (29/7/2026) dan sempat menyentuh level 550. Laporan keuangan semester I-2026 perseroan turut memuat informasi mengenai kontrak usaha dan sejumlah perusahaan yang menggunakan jasa angkutan laut HATM.
Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama memberikan rekomendasi speculative buy pada kisaran 480-500 dengan stop loss di bawah 438. Adapun target harga berada di level 540 sebagai target keuntungan pertama dan 600 sebagai target keuntungan kedua. Sekadar informasi, hingga penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (29/7)2026) saham HATM berada di level 515 atau naik 6,40 persen.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, HATM membukukan pendapatan sebesar Rp519,96 miliar pada semester I-2026. Sementara itu, nilai piutang usaha dari pihak ketiga tercatat mencapai Rp144,52 miliar yang berasal dari sejumlah entitas pengguna jasa angkutan laut Perseroan.
Selain itu, kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp441,28 miliar dari Rp377,01 miliar menggerus margin perusahaan. Akibatnya, laba kotor turun menjadi Rp78,67 miliar dibandingkan Rp143,09 miliar pada semester I 2025.
Penurunan profitabilitas juga tercermin pada laba usaha yang menyusut menjadi Rp60,43 miliar dari sebelumnya Rp124,34 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak turun menjadi Rp51,59 miliar dari Rp109,88 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Salah satu mitra usaha utama HATM adalah PT Borneo Indobara (BIB), perusahaan tambang batu bara yang merupakan anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), bagian dari Grup Sinar Mas. Dalam laporan keuangan Perseroan, BIB tercatat sebagai entitas pengguna dengan nilai piutang usaha terbesar, yakni Rp49,68 miliar.