sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hauling Road Penuh Beroperasi, RMKO Bidik 1,8 Juta Ton Angkutan Batu Bara 2026

Market news editor Desi Angriani
19/02/2026 19:45 WIB
Target tersebut seiring bertambahnya klien baru yang memanfaatkan jalan hauling milik RMKE.
Hauling Road Penuh Beroperasi, RMKO Bidik 1,8 Juta Ton Angkutan Batu Bara 2026 (Foto: dok RMKO)
Hauling Road Penuh Beroperasi, RMKO Bidik 1,8 Juta Ton Angkutan Batu Bara 2026 (Foto: dok RMKO)

IDXChannel - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menargetkan volume angkutan batu bara via hauling road sebesar 1,8 juta ton pada 2026, dan volume Terminal Loading System (TLS) sebanyak 3,6 juta ton.

Target tersebut seiring bertambahnya klien baru yang memanfaatkan jalan hauling milik entitas afiliasi, PT RMK Energy Tbk (RMKE).

"RMKO akan segera beralih dari fase investasi ke fase operasi yang lebih mature, serta memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Direktur RMKO William Saputra dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

William menambahkan, penyelesaian dan operasional penuh fasilitas hauling road RMKE memberikan dampak positif yang nyata bagi volume angkutan batu bara. 

Sejak jalan hauling RMKE beroperasi penuh pada akhir tahun lalu, volume transaksi melalui Terminal Loading System (TLS) meningkat signifikan. 

Sepanjang periode berjalan, volume TLS melonjak 3,7 kali lipat. RMKO berhasil memuat 200 ribu ton batu bara melalui kereta api, melonjak dibandingkan 42,9 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan volume TLS tersebut ditopang oleh peningkatan volume pengangkutan via hauling road sebesar 80,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari 16,3 ribu ton menjadi 29,5 ribu ton. 

"RMKO telah berhasil meningkatkan kinerja operasionalnya secara signifikan sejak akhir tahun lalu, dan perseroan sangat optimistis melihat pertumbuhan yang kuat ini berlanjut di awal tahun ini," ujar William.

Selain berasal dari volume hauling yang dikerjakan langsung oleh RMKO, peningkatan TLS juga didorong kontribusi pihak ketiga yang memanfaatkan jalan hauling yang sama.

Di sisi lain, segmen jasa pertambangan mulai menunjukkan ekspansi baru. Sejak 2025, RMKO telah menggarap tambang-tambang milik pihak ketiga yang sebelumnya menjadi pelanggan RMKE. 

Momentum tersebut semakin diperkuat dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batu bara efektif sejak 1 Januari 2026. 

"Perseroan akan terus memperkuat sinergi antar grup untuk meningkatkan volume batu bara dari tambang-tambang pihak ketiga, didukung oleh fasilitas infrastruktur pendukung yang telah terintegrasi dengan baik," katanya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement