Kendati demikian, tren positif terlihat sejak kuartal IV-2025. Pendapatan pada kuartal akhir tersebut meningkat 62 persen secara kuartalan, sedangkan laba bersih juga meningkat 79 persen secara kuartalan.
Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto menjelaskan, penurunan kinerja perseroan sepanjang 2025 disebabkan oleh kondisi musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini berdampak pada debit air yang berkurang pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro milik perseroan.
“Tantangan yang kami hadapi sepanjang tahun 2025 bersifat eksternal dan sementara, terutama akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, hal ini tidak mengubah fundamental bisnis perseroan yang tetap kuat," ujarnya.
Dengan portofolio aset pembangkit yang solid serta momentum pemulihan yang telah terlihat di kuartal IV, perseroan tetap optimistis terhadap prospek kinerja ke depan. Memasuki kuartal I-2026, HGII secara aktif melanjutkan strategi ekspansi melalui partisipasi dalam proses tender proyek energi terbarukan, seperti lelang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sumatera Utara dan Pembangkit Listrik Tenaga Bioenergi di Kalimantan Barat.
(Rahmat Fiansyah)