sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hilirisasi Bauksit ANTM dkk Dinilai Bakal Dongkrak Ekonomi Daerah

Market news editor Rahmat Fiansyah
10/02/2026 00:05 WIB
Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. 
Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium di Mempawah dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. (Foto: Ist)
Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium di Mempawah dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat dinilai memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. 

Proyek ini diinisiasi oleh Grup MIND ID melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Mega proyek hilirisasi terintegrasi akan menjadi motor untuk semakin memperkuat kinerja ekonomi daerah, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. 

Berdasarkan data BPS, ekonomi Kalimantan Barat pada 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian pada 2024 yang tumbuh sebesar 4,90 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 31,48 persen.

Bupati Mempawah Erlina menyampaikan, kehadiran proyek hilirisasi menjadi motor transformasi ekonomi daerah yang sebelumnya bergantung pada aktivitas pertambangan bahan mentah. Hilirisasi dinilai mampu untuk semakin menggerakkan berbagai sektor ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Pertama adalah penyerapan tenaga kerja, itu yang paling penting. Kedua, akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi karena banyak masyarakat dari luar daerah yang datang. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah,” ujar Erlina melalui keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Dia menjelaskan, dampak ekonomi dari proyek hilirisasi yang telah berjalan sebelumnya sudah mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah usaha pendukung tumbuh di sekitar kawasan proyek, seperti homestay, rumah kos, serta berbagai usaha kuliner. Kondisi ini membuka sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

“Dengan adanya proyek ini, kebutuhan akan tempat tinggal dan layanan pendukung meningkat. Ini menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Selain dampak ekonomi jangka pendek, Erlina juga menyampaikan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku operator proyek juga berdampak positif bagi masyarakat. Dia berharap program CSR ke depan semakin terus dikembangkan sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi, sehingga semakin banyak putra daerah yang memiliki kompetensi dan dapat bekerja di kawasan industri tersebut.

Saat ini, Grup MIND ID telah mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah untuk mengolah bauksit menjadi alumina. Fasilitas ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok hilirisasi bauksit–alumina–aluminium yang sebelumnya belum terintegrasi di dalam negeri.

Melalui prosesi groundbreaking terbaru, Grup MIND ID akan melanjutkan pengembangan ekosistem hilirisasi dengan membangun Smelter Aluminium Baru serta SGAR Fase II guna memperkuat integrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam kesempatan yang sama, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, kontribusi program hilirisasi terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat hilirisasi karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

“Jika kita lihat, kontribusi hilirisasi terus meningkat. Pada 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp580,4 triliun atau sekitar 30 persen dari total investasi nasional, meningkat 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rosan.

Ke depan, pemerintah juga mendorong pemerataan pengembangan hilirisasi agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu seperti Maluku dan Sulawesi, tetapi meluas ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement