Tak hanya itu, Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar USD3,21 juta, di mana capaian tersebut telah memperhitungkan meningkatnya beban depresiasi atas aset produktif baru, biaya pendanaan, serta investasi yang dilakukan sepanjang tahun, sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas bisnis.
Terkait hal ini, Ari juga mengimbau kepada pelaku pasar agar capaian laba bersih HUMI di 2025 lalu, dapat dipahami dalam konteks siklus investasi Perseroan.
"Kami melihat 2025 sebagai tahun membangun fondasi. Penambahan armada dan investasi produktif memang meningkatkan beban akuntansi pada jangka pendek, namun di sisi lain juga memperbesar kapasitas operasional, memperluas peluang pasar, dan memperkuat kemampuan Perseroan menghasilkan pendapatan yang lebih besar di masa mendatang," ujar Ari.
Selain memperkuat aset produktif, HUMI juga meningkatkan kapasitas organisasi melalui penguatan Good Corporate Governance (GCG) dan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sepanjang 2025 lalu, misalnya, Perseroan telah menyempurnakan Corporate Governance Code, memperkuat kebijakan dan prosedur ESG, menetapkan target dan indikator kinerja keberlanjutan, serta mengintegrasikan pengelolaan risiko ke dalam proses pengambilan keputusan.